saya coba keluar dari pemikiran yang sempit itu
jenuh.. haru.. tapi semua enggan berlabuh
hanya membatu didalam diri yang rapuh
saat berada disebuah pintu
saya menemukan jawaban
sebuah kontradiktif
dahulu hanya sebuah bunga
saat sebongkah mutiara
mahkota mimpi berhiaskan harta
diantara jalan dengan randu yg menjuntai
dua pilihan telah bertahta
namun ucap urungkan sebuah kata
ketika hati ini berkontemplasi
maka perasaan beradu dengan jiwa
saya terpacu
dalam setiap langkah sang pendusta
No comments:
Post a Comment